Warga Demak Mesti Keluarkan Biaya Rp 300- Rp 500 Ribu Buat Beli Air Bersih

Warga Demak Mesti Keluarkan Biaya Rp 300- Rp 500 Ribu Buat Beli Air Bersih – Masyarakat Desa Tedunan Kidul Kecamatan Wedung Kabupaten Demak sudah ada hampir tiga bulan kekurangan air bersih. Sampai kini, mereka mesti beli air untuk keperluan keseharian.

Untuk keperluan air bersih sekurang-kurangnya masyarakat yang sejumlah besar nelayan ini mesti keluarkan cost Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan.

Ketua RT 1 RW 3 Desa Tedunan Kidul, Jumari menjelaskan jika masyarakat telah menyalahkan kekerungan air itu lama.

” Serba sulit kalaupun tidak ada air. Walau sebenarnya air ini kan keperluan harus buat masyarakat. Untuk mendapat air harus terpaksa beli Rp 10 ribu /hari, itu terkadang kurang. Jadi dalam satu bulan keluarkan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, ” tuturnya

Jumari menuturkan masyarakat sebetulnya pernah ajukan aliran air PDAM. Akan tetapi sampai sekarang ini belumlah terealisasi.

Ria Rumlihah (35) salah seseorang masyarakat Tedunan Kidul memberikan sepanjang musim kemarau air bersih susah di cari serta air di sumur masyarakat berbau serta asin.

” Tahun ini belumlah, tetapi tahun awal mulanya sempat ada tetapi airnya tidak dapat dikonsumsi. Cuma dapat buat bersihkan piring serta pakaian, ” tuturnya.

Selain itu, Abdul Wachid anggota DPR RI waktu mengevaluasi tempat serta mengalirkan pertolongan air bersih di Desa Tedunan menjelaskan jika pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah ditempat berkait pertolongan air bersih.

” Kami akan menggerakkan agar pemerintah bisa memberi pertolongan. Masalah air yang tidak wajar mengkonsumsi akan kami teliti. Kasihan masyarakat, ” katanya.

Dalam peluang itu, pihaknya sekaligus juga mengalirkan pertolongan air bersih 7. 000 liter.

” Hari ini di Tedunan Kidul kami bantu 7000 liter. Serta ada lain tempat, karena satu hari kami salurkan 21. 000 liter di lokasi Demak, Jepara serta Kudus, ” papar Wachid.