Wanita AS Ditangkap Karena Tabrak Mati Anaknya Umur 3 Tahun

Wanita AS Ditangkap Karena Tabrak Mati Anaknya Umur 3 Tahun – Seseorang wanita di Texas, Amerika Serikat (AS), diamankan atas dakwaan membunuh anaknya yang berumur 3 tahun. Wanita berumur 26 tahun ini menabrak anak laki-lakinya sampai meninggal dengan mobil SUV yang dikemudikannya, waktu lakukan permainan yang disebutkan ‘chicken’.

wanita bernama Lexus Stagg (26) ini terekam camera keamanan atau CCTV sedang menyetir mobilnya mengarah tiga anak-anaknya yang lari mendekatinya. Kejadian ini berlangsung pada 11 Juni lalu di dekat apartemen Stagg yang berada di daerah Harris County, Texas.

Laporan dari kantor Jaksa Distrik Harris County, Kim Ogg, menyebutkan jika Stagg menyetir mobilnya type Lincoln Navigator 2006 mengarah tiga anaknya yang lari dekati mobil itu. Waktu itu, Stagg serta beberapa anak disebutkan sedang main ‘chicken’.

Permainan ‘chicken’ pada intinya adalah mode perselisihan dua pemainan dalam satu teori permainan. Permainan ini datang dari satu game dimana dua pengemudi sama-sama meluncur berhadap-hadapan serta punya potensi bertabrakan, dengan satu diantara pengemudi harus menghindar atau kedua-duanya akan saling meninggal.

Bila satu diantara pengemudi menghindar atau berbelok serta satu pengemudi yang lain tidak, karena itu yang berbelok akan disebutkan ‘chicken’ yang bermakna ‘pengecut’.

Dikatakan kantor jaksa Ogg dalam laporannya jika dua anak Stagg selanjutnya lari menjauhi kendaraan, tetapi satu anak yang baru berumur 3 tahun tertabrak.

Laporan jaksa Ogg menyebutkan jika bocah itu awalannya terbersit roda mobil samping kanan serta waktu Staff tidak hentikan lajunya, bocah itu terbersit roda belakang. Kendaraan Lincoln Navigator yang dikemudikan Stagg disebutkan mempunyai berat sampai 5.600 pounds atau sama dengan 2.540 kg.

Bocah bernama Lord Renfro itu wafat dalam kejadian ironis ini. Dalam info pada polisi, Stagg mengaku jika waktu itu dianya menduga sedang menabrak polisi tidur.

Stagg diamankan oleh polisi ditempat pada Kamis (20/6) lalu serta dituduh atas pembunuhan yang dipacu kelengahan. Ia terancam hukuman maximum 10 tahun penjara bila dikatakan dapat dibuktikan bersalah.

“Tiap orangtua mempunyai keharusan membuat perlindungan beberapa anak mereka, bahkan juga dari diri mereka sendiri. Mobil bukan mainan serta bermain ‘chicken’ dengan beberapa anak Anda bukan permainan,” tegas jaksa Ogg dalam laporannya.