Turki Menangkap Terduga Anggota ISIS Yang Akan Merencakan Untuk Menyerang Peringatan Anzac

Turki Menangkap Terduga Anggota ISIS Yang Akan Merencakan Untuk Menyerang Peringatan Anzac  – Pihak berkuasa Turki sudah tangkap seseorang terduga anggota Negara Islam Irak Suriah (ISIS) yang mereka yakini merencanakan untuk menyerang peringatan Anzac yang akan diadakan Kamis (25/4/2019) di Gallipoli yang didatangi oleh beberapa ratus masyarakat Australia serta Selandia Baru.

Terduga itu, seseorang masyarakat negara Suriah, ditahan di Tekirdag, satu propinsi di barat laut Turki dekat dengan semenanjung Gallipoli, kata seseorang jubir kepolisian ditempat pada Reuters.

Penangkapan Itu berlangsung sesudah Turki melarang masyarakatnya sendiri untuk hadir upacara fajar peringatan Hari Anzac sebab permasalahan keamanan.

Tiap-tiap tahun, masyarakat Australia serta Selandia Baru lakukan perjalanan ke Turki untuk ikuti upacara peringatan Hari Anzac pada 25 April untuk memperingati kampanye militer pada 1915 yang tidak berhasil oleh ANZAC serta pasukan sekutu untuk mengusir pasukan Ottoman dari Gallipoli serta lokasi Dardanelles.

Menyusul berlangsungnya tragedi penembakan di masjid Christchurch, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Selandia Baru serta Australia sebab sudah kirim pasukan ke Turki dalam kampanye Perang Dunia I Gallipoli, dan mengaku motif pengiriman pasukan itu menjadi kebijaksanaan anti-Islam.

“Kakek-nenek Anda hadir kesini … serta mereka kembali dengan peti mati,” tuturnya. “Janganlah sangsi, kami akan mengirimmu kembali seperti kakekmu.”

Komentar itu mendapatkan hujatan keras dari Pertama Menteri Australia Scott Morrison, yang menyebut Duta Besar Turki, sesaat Selandia Baru sudah kirim Menteri Luar Negeri Winston Peters untuk menjumpai Erdogan.

Jubir Presiden Erdogan lalu menjelaskan komentar Presiden Erdogan sudah diambil di luar kerangka.

Reuters