Soeharto Guru Besar Korupsi Di Indonesia

Soeharto Guru Besar Korupsi Di Indonesia – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menjelaskan Soeharto ialah guru korupsi. Tapi menurut Direktur Pusako Kampus Andalas Feri Amsari, pengakuan itu masih tetap dipandang kurang pas. Menurut dia, Soeharto ialah Guru Besar Koruptor!

“Jadi menurut saya pengakuan Pak Ahmad Basarah mesti ditambah, ditambah jadi Guru Besar Koruptor!” kata Feri.

Pengakuan diatas dikatakan di antara seminar nasional Refleksi Hukum 2018 serta Estimasi Hukum 2019: Legislasi serta Kekuasaan Kehakiman. Refleksi itu dihelat di Jember, Jawa Timur pada Kamis (6/12) tempo hari.

Kenapa Feri berani menjelaskan Soeharto ialah Guru Besar Koruptor? Fakta pertama, Soeharto korupsi jabatan. Dia mengkorupsi kewenangan-kewenangan yang ada pada konstitusi.

“Harusnya cuma bisa 2 kali periode atau 10 tahun, dikorupsi periode itu jadi 32 tahun. Belumlah ada sejarahnya presiden di Indonesia sesuai itu, cuma Soeharto,” kata pakar hukum tata negara itu.

Fakta ke dua, Soeharto memberhentikan aparat yang berusaha memberantas korupsi.
Contoh masalah, Kapolri Hoegeng waktu ingin tangkap sejumlah koruptor menghadap ke Pak Harto, ‘saya ingin nangkap si A, si B, si C’. Eh besok pagi Kapolri Hoegeng diberhentikan,” kata Feri.

Seperti didapati, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah dipolisikan berkaitan pengakuannya yang menyebutkan Presiden RI ke-2 Soeharto ialah guru korupsi. Basarah dilaporkan pengagum Soeharto, Anhar, ke Bareskrim Polri berkaitan sangkaan yang menyebutkan Soeharto guru korupsi. Basarah ikut dilaporkan aliansi pencinta Soeharto yang terkait dalam Hasta Mahardika Soehartonesia dalam hari Senin (3/12) di Polda Metro Jaya.