Selama 3 Tahun, Bapak di Mojokerto Ini Telah Memperkosa Anak Kandungnya Sendiri

Agen Casino

Selama 3 Tahun, Bapak di Mojokerto Ini Telah Memperkosa Anak Kandungnya Sendiri – Sebuas-buasnya binatang, tidak dapat tega konsumsi anaknya sendiri. Akan tetapi bapak yang satu ini benar-benar bejat. Ia benar-benar tega ‘memakan’ anak kandungnya sendiri melalui langkah memerkosanya.

Sepanjang tiga tahun, AR sudah memerkosa anaknya sendiri. Argumennya miris, istrinya udah tidak memuaskan ia kembali. Perkosaan itu selesai dengan kehamilan korban.

Dari sini pria 47 tahun ini makin nampak bentuk aslinya yang pengecut. Jangankan menanggung tindakannya, ia malah kabur demikian tahu anaknya hamil karena tindakannya.

Waktu AR kabur, janin yang ada pada perut korban makin menjadi membesar. Korban yang sekarang berumur 22 tahun pada akhirnya melahirkan. Anak yang dilahirkannya kembar sejenis kelamin laki laki.

“Pemerkosaan dilaksanakan terduga mulai sejak 2015 sampai 2018. Terduga memerkosa anak kandungnya sendiri sampai hamil serta melahirkan,” tutur Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno terhadap wartawan, Rabu (13/3/2019).

Koes mengemukakan perkosaan dilaksanakan dalam rumah AR sendiri. Perkosaan dilaksanakan malam hari waktu sang istri tengah tidur. Diam-diam dia masuk ke kamar putri kandungnya sendiri. Itu disadari sendiri oleh AR.

“Iya, kurang suka bila sama istri. Saya bungkam mulutnya gunakan tangan. Istri di kamar samping, istri tidak tahu,” kata AR terhadap wartawan.

Waktu kerjakan tindakan bejatnya, AR pun kerjakan pengancaman. Anaknya diancam supaya tidak bercerita hal demikian terhadap orang-orang apabila tidak mau celaka. Tindakan tidak patut itu pada akhirnya didapati waktu korban hamil.

AR yang ketakutan kabur. Ia kabur ke sejumlah tempat di Kalimantan. Pelarian AR selesai waktu polisi meringkusnya di Desa Sarigadung, Kecamatan Batulicin, Tanah Bumbu, Kalsel, Minggu (10/3).

Karena tindakannya, AR dijaring dengan Kasus 8 huruf a UU RI No 23 tahun 2004 mengenai Pemupusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

“Ultimatum hukumannya 12 tahun penjara,” kata Setyo.