Penemuan E-KTP Yang Tercecer DiDuren Sawit Bukan Yang Pertama

Penemuan E-KTP Yang Tercecer Di Duren Sawit Bukan Yang Pertama – KTP elektronik atau e-KTP kembali diketemukan tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur. Tercecernya e-KTP di Duren Sawit itu bukan masalah yang pertama.

Dirangkum detikcom, Minggu (9/12/2018), sebelum penemuan 1.706 e-KTP di Duren Sawit, masyarakat Serang serta Bogor juga sempat digegerkan masalah sama. Persis seperti di Duren Sawit, e-KTP yang diketemukan di Serang serta Bogor banyak pun beberapa ribu.

Dibawah ini kesimpulan masalah e-KTP tercecer:

1. e-KTP tercecer di Bogor

Momen tercecernya e-KTP berlangsung di simpang Salabenda, Desa Parakansalak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada Mei 2018. Ada seputar 6.000 e-KTP yang jatuh dari truk pada Sabtu (26/5/2018) waktu 13.15 WIB.

“e-KTP jatuh, rusak unsur data, nama tidak komplet serta rusak fisik sobek, mengelupas serta sebagiannya. Barusan dikatakan Kapolres serta penyidik kalau tercecer sejumlah 6 ribu keping udah masuk gudang serta rapi. Definisi dua rusaknya kok ini digambar yang bagus, yang rusak dua unsur barusan,” kata Dirjen Dukcapil Zudan Berbudi Fakrulloh, Senin (28/5) saat lalu.

Semua e-KTP rusak di Gudang Kemendagri itu dapat dihilangkan selesai Pemilihan presiden 2019. Arahnya supaya ada bukti bila dibutuhkan nanti.

Polisi pun udah ambil aksi sehubungan e-KTP tercecer di Bogor. Polisi mengatakan tiada unsur pidana dalam momen itu.

“Kalau berdasar pada hasil penyidikan, tidak ada tindakan menantang hukum atas peristiwa itu,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading pada detikcom, Senin (28/5).

2. 2.800 e-KTP tercecer di semak belukar di Serang

Sekitar 2.800 KTP elektronik (e-KTP) tercecer di semak belukar di Cikande, Kabupaten Serang pada September 2018. Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Asep Saepudin Mustafa memaparkan KTP tercecer lantaran ada keteledoran dari pelaku staf.

“Berdasar pada keterangan, pihak pemerintah Kecamatan Cikande tengah merapihkan area yang biasa diperlukan gudang atau tempat untuk menyimpan barang yang tidak terpakai. Area gudang itu dapat diperlukan. Karena ketidakpahaman, lalu dokumen kependudukan itu dibuang oleh pelaku staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah dengan cara asal-asalan,” tutur Asep dalam info tertulisnya, Minggu (11/9/2018).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berikan pedoman tegas sehubungan momen tercecernya e-KTP di Serang. Ia memohon ada sangsi tegas.

Biarpun begitu, Tjahjo menjelaskan e-KTP yang tercecer itu adalah sampah yang sudahlah tidak terpakai. Akan tetapi ia memohon supaya sampah itu tidak dibuang, tetapi digunting serta dihilangkan.

“Apa pun tersangkut disiplin dapat meminta ke Dirjen Disdukcapil buat berikan sangsi, biar yang lainnya pun berhati-hati,” tutur Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

3. e-KTP diketemukan terbuang di Duren Sawit

Sehabis Serang, e-KTP kembali diketemukan tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Desember 2018. 1.706 e-KTP yang diketemukan dikatakan dibikin sekian tahun saat lalu.

“Nah ini yang disaksikan merupakan KTP produksi (tahun) 2011, 2012, 2013. Karena itu tengah saya dalami. Kelak saya berikan saja ke aparat penegak hukum yang kerja mengerjakan proses buat mengusut ini,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Berbudi Fakrulloh kala dihubungi, Sabtu (8/12).

Walaupun demikian Zudan mengatakan, e-KTP yang sudahlah tidak laku tidak dapat dibuang demikian saja. Menurut dia, ada proses yang penting dikerjakan.

“Jadi memang langkahnya itu tidak bisa ada KTP yang dibuang. Mesti dimasukkan ke gudang buat pemusnahan tekniknya dengan dipotong lebih dahulu,” jelas Zudan.