Pencabutan Remisi I Nyoman Susrama Menjadi Momen Untuk Membuat Remisi

Pencabutan Remisi I Nyoman Susrama Menjadi Momen Untuk Membuat Remisi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut remisi I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Pencabutan remisi itu dipandang menjadi momen untuk membuat revisi Ketetapan Presiden (Keppres) Nomer 174 Tahun 1999 Mengenai Remisi.

“Pengurungan pemberian remisi ini sebagai pesan jika ada masalah yang sangat fundamental dalam Keppres 174/1999 yang sampai kini jadi basic dalam pergantian status pidana penjara seumur hidup jadi pidana sesaat. Karena inti remisi ialah pengurangan waktu hukuman pidana penjara, bukan pergantian status. Karenanya telah masuk ranah grasi,” kata Ahli Hukum Tata Nefara Kampus Udayana, Jimmy Z. Usfunan, lewat info tertulisnya, Senin (11/2/2019).

Jimmy menekan Keppres itu selekasnya direvisi. Menurut dia, revisi Keppres akan menghindari peristiwa sama berulang kembali.

Revisi Keppres 174/1999 mesti selekasnya dikerjakan supaya jangan pernah masalah yang sama akan terulang lagi di masa datang,” kata Jimmy.

Awal mulanya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan kebijaksanaan itu sesudah dengar beberapa input sebelum mencabut remisi itu.

“Presiden tidak tutup hati pada kegelisahan dari beberapa wartawan serta pekerja alat. Mereka mesti memperoleh perlindungan waktu bekerja. Presiden juga dengar input dari mana-mana,” tutur Moeldoko dalam info tercatat yang di terima detikcom, Sabtu (9/2).

Susrama sendiri tiada ampun menghabisi dengan keji serta biadab Prabangsa pada Januari 2009. Bersama dengan 8 orang, Susrama share pekerjaan membunuh editor Radar Bali itu.

Prabangsa diculik, lantas dianiaya serta pada akhirnya dibuang ke laut. Mayatnya baru diketemukan beberapa waktu sesudahnya. Apakah permasalahannya? Susrama tidak terima dengan tulisan liputan pendapat korupsi di Bangli.

Akhirnya, PN Denpasar menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup ke Susrama. Vonis itu bergerak sampai tingkat kasasi.

Satu dasawarsa berlalu, berita mengagetkan hadir dari Kemenkumham. Susrama hukumannya dirubah dari penjara seumur hidup jadi 20 tahun penjara. Faktanya? Susrama berkepribadian baik saat 10 tahun di penjara.