Mahfud MD Minta Penduduk Berfikir Gawat Mengerti Paparan Dua Paslon

Mahfud MD Minta Penduduk Berfikir Gawat Mengerti Paparan Dua Paslon – Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD minta penduduk berfikir gawat mengerti paparan dua paslon pada debat calon presiden serta calon wakil presiden 2019 yang akan diselenggarakan malam kelak. Debat calon presiden serta calon wakil presiden perdana ini beberapa paslon akan mengemukakan gagasannya dalam topik Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi, serta Terorisme.

“Penduduk agar menyimak taktik apakah yang akan diambil dalam debat calon presiden serta calon wakil presiden untuk memberantas korupsi, sebab jika memberantas korupsi semua ingin, Pak Jokowi iya, Pak Prabowo iya, tetapi kita lihat taktik serta trek record-nya (rekam jejak),” katanya.

Tidak cuma masalah taktik serta rekam jejak, Mahfud pun minta penduduk untuk menyimak kesungguhan, potensi, serta piranti politik yang berada di belakang dua paslon itu. Apa memberi dukungan ataukah tidak.

“Dari sana tampak siapa yang bersungguh-sungguh, siapa yang tidak, siapa yang dapat siapa yang tidak. Piranti politiknya memberi dukungan apakah tidak, itu dapat dihitung sendiri-sendiri lah,” tutur ia.

Walau demikian, dia meyakini ke-2 paslon baik Jokowi ataupun Prabowo telah menyiapkan diri dengan baik melawan debat calon presiden perdana besok.

“Tinggal rakyat pilih serta lebih sepakat dengan masukan yang manakah,” katanya.

Walau demikian, menurut dia, debat calon presiden tidak akan banyak memberi dampak ke penduduk. Hal tersebut karena sejumlah besar penduduk katanya sudah memastikan pilihan telah semenjak jauh hari.

“Debat masih memengaruhi walau sedikit. Lebih dari separuh orang telah memastikan pilihannya sendiri,” katanya.

Selain itu, masalah kontroversi kisi-kisi debat yang sudah dikasihkan Komisi Penentuan Umum (KPU) pada ke-2 paslon, Mahfud tidak ingin sangat mempersoalkannya. Menurut dia hal tersebut biasa.

Bahkan juga menurut dia pemberian kisi-kisi itu tidak ubahnya seperti yang dihadapi beberapa siswa bila akan ikuti ulangan di sekolah.

“Contohnya jika anda belajar skema pemerintahan Indonesia, jika pada semester dua silabusnya ini, silabusnya ini dan lain-lain. Jika saya pribadi dikasihkan ataukah tidak dikasihkan itu sama juga, capres itu telah menyiapakan semua,” kata Mahfud.

Kecemasan kejadian tranjal-tronjol

Dalam peluang itu Mahfud pun menyikapi ramainya munculnya capres-cawapres parodi Nurhadi-Aldo (Dildo). Mahfud menyikapi kejadian itu dengan enjoy.

“Dengan konstitusional itu tentu tidak dapat, saya memandang itu guyonan guyonan saja,” kata Mahfud.

Walau demikian, ada kecemasan walau tidaklah terlalu besar. Ini karena terakhir muncul ide dari team kreator Nurhadi-Aldo yang ingin terdapatnya halaman kosong dalam surat nada waktu Pemilihan presiden yang akan datang.

Mahfud juga memandang hal tersebut ialah ide yang negatif serta bisa merubah publik supaya golput serta tidak memberi suaranya dalam pemilu kelak

“Itu jadikan penduduk tidak untuk tingkatkan kesadaran berbangsa bernegara, jika ngajak orang tidak pilih itu,” kata Mahfud.

Akan tetapi, kata Mahfud, team kreator sudah mohon maaf pada publik sebab ide mereka yang tidak sama dengan konstitusi.

“Tapi saya simak juga, karenanya ditafsirkan menjadi ajak orang golput, itu team kreatornya kan telah meminta maaf, bahkan juga telah digoblok-goblokkan itu sama timnya, maaf team kami itu goblok katanya,” tutup Mahfud.