Jubir KPK Febri Diansyah Bicara Masalah Penyiraman Air Keras Pada Novel Baswedan

Jubir KPK Febri Diansyah Bicara Masalah Penyiraman Air Keras Pada Novel Baswedan – Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyesalkan pengakuan salah satunya komisioner Ombudsman yang seakan membebankan pembuktian masalah penyiraman air keras pada Novel Baswedan.

“Kami sesali pengakuan komisioner Ombudsman sebab Novel seakan jadi korban 2x. Ia terserang serta disebutkan tidak ingin kerja sama,” tutur Febri di Gedung KPK Jakarta, Rabu (16/1).

Walau sebenarnya menurut dia sampai kini Novel sudah berlaku kooperatif dengan melakukan kontrol dari kepolisian. Bahkan juga Novel juga bersedia dicheck saat masih tetap melakukan perawatan di Singapura.

“Kita jangan pernah terjerat pada segi tehnis seperti itu. Jangan pernah korban dikasih beban pembuktian. Malah jadi keharusan penegak hukum papar siapa pelakunya,” kata Febri.

Menurut Febri, Novel pun bersedia bekerja bersama dengan team kombinasi masalah penyiraman air keras bentukan Polri. Pimpinan KPK sudah memberikan tugas beberapa orang jadi sisi dari team kombinasi itu.

“Ada dari KPK yang ditugaskan disana, serta Novel pasti akan menolong selama apakah yang didapati,” kata Febri.

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala awal mulanya minta Novel bersedia memberikan info ke polisi alih-alih cuma bicara di mass media. Info yang tertuang dalam berita acara kontrol dipandang bisa jadi dasar buat polisi untuk proses penyelidikan selanjutnya.

“Ngomong di alat oke, tetapi pun pada pihak lainnya seperti barusan disuruh (info) baik-baik tidak hadir juga. Ngomong di luar bisa tetapi janganlah lupa untuk pekerjaan membantu penyidik,” tuturnya.

Berkaitan info Novel yang tidak ditindaklajuti oleh pihak kepolisian, kata Adrianus, polisi sudah minta info Novel. Akan tetapi keinginan untuk penuhi panggilan itu tidak pun dipenuhi.

“Jadi dalam perihal ini telah ada kemauan dari Polda Metro Jaya untuk penuhi pendapat kami, mengklarifikasi informasi dari Novel Baswedan, bukan kekeliruan dari Polda Metro Jaya karena itu jadi kami dapat menerimanya,” kata Adrianus.