Faktor Ekonomi,Seorang Istri Di Paksa Suami Rampok Taxi Online

Faktor Ekonomi,Seorang Istri Di Paksa Suami Rampok Taxi Online – Pasutri Eka Wahyu Sumitra alias Eka (23) serta Suswati alias Susi (23), masyarakat Surabaya nekat merampok taksi online di Mojokerto karena terbelit utang. Sang istri mengakui nekat turut tindakan kriminil ini karena diminta suaminya.

“Saya diminta suami saya,” kata Susi waktu jumpa wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Kamis (3/1/2019).

Wanita bertubuh kurus ini mengakui telah 6 tahun menikah dengan Eka. Pasutri asal Jalan Kupang Segunting III, Tegalsari, Surabaya, ini keseharian mencari nafkah dengan mengamen di jalan.

Kedua-duanya nekat merampok mobil taksi online karena terbelit utang. Gagasannya mobil hasil rampasan akan di jual untuk membayar utang serta penuhi keperluan keseharian.

“Utangnya untuk menebus sepeda motor, seputar Rp 7 juta,” papar Susi.

Sesaat terduga Eka mengakui tega ajak istrinya untuk merampok karena tidak ada rekan lainnya. Di sisi lain ia dikejar utang serta mesti penuhi keperluan keseharian.

“Ajak istri sebab tidak ada rekan kembali,” pungkasnya.

Pasutri ini juga minta pertolongan 2 temannya, yaitu Isman Cahyo Suryanto (21), masyarakat Desa Blimbingsari, Sooko, Mojokerto serta FDK yang sekarang buron. Eka pesan taksi online memakai pelaksanaan Grab, Rabu (12/12/2018) pagi hari.

Mereka naik taksi online yang dikemudikan Yohanes Witondy (50) dari Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto dengan arah lokasi situs Kolam Segaran di Kecamatan Trowulan. Korban masyarakat Perumahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, itu memakai mobil Datsun Go warna putih nopol L 1828 ML.

Datang di Jalan Bhayangkara, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, persisnya di muka SPBU Gemekan, Eka minta korban hentikan kendaraannya. Terduga berkelit menjemput temannya berinisial FDK.

Sejurus lalu, terduga Isman yang duduk di kursi belakang menangkap leher korban dengan tali tampar warna biru. Sesaat Eka menusuki badan korban dengan sebilah pisau. Mengakibatkan korban alami 16 luka tusuk di sejumlah sisi tubuhnya.

Beberapa aktor tidak berhasil membawa kabur mobil korban karena keadaan seputar TKP banyak masyarakat yang melintas. Mereka takut laganya ketahuan masyarakat hingga pilih kabur dengan cuma membawa hp serta powerbank punya korban.

“Hp serta power bank korban di jual aktor di Jombang, laris Rp 600 ribu,” papar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery.