Agar Tak Dipidana, Penginapan di Blitar Wajib Pasang Ini

Agar Tak Dipidana, Penginapan di Blitar Wajib Pasang Ini – Kantor Imigrasi Kls II Blitar mengharuskan semua penginapan di Blitar menempatkan Pelaksanaan Laporan Orang Asing (Apoa). Bila tidak, karena itu hukuman penjara tiga bulan atau denda Rp 25 juta bisa menjadi sanksinya.

Apoa mempermudah pelapor melakukan kewajibannya. Serta mempermudah Kantor Imigrasi memberi service pada orang asing dalam konteks pemberian perlindungan. Sebagai fasilitas mengemukakan info bila ada orang asing yang disangka tidak mematuhi ketetapan hukum.

” Jadi kami sudah memohon, dengan lakukan pengenalan ketentuan ini semenjak 2016 sampai 2017. Nah tahun 2018 ini, aplikasi hukuman semakin lebih tegas diresmikan, bila masih tetap ada penginapan yang tidak memberikan laporan kehadiran orang asing ditempat mereka, ” jelas Kasi Wasdakim Kanim Kls II Blitar Hendra Setiawan didapati dalam suatu hotel di Blitar selesai acara pengenalan, Kamis (9/8/2018).

Tehnis menempatkan pelaksanaan ini begitu gampang. Tinggal masuk ke situs www. imigrasi. go. id. Lantas click pelaksanaan laporan orang asing serta log in. Hendra menjelaskan pihak hotel mesti register terlebih dulu. Baru pihak imigrasi akan mengajari tata triknya pelaporannya.

” Jika telah ada pelaksanaan itu, bila ada tamu asing karena itu pihak hotel memohon paspor yang berkaitan untuk di entry di APOA. Data yang di entry oleh hotel, dengan automatis akan dapat disaksikan oleh petugas imigrasi di kantor atau dimana saja tempatnya, ” paparnya.

Apoa ini ditujukan buat orang asing pemegang Kitas diluar kantor imigrasi ditempat. Sesaat buat orang asing yang sudah lakukan perpanjangan izin tinggal kunjungannya, dengan automatis datanya sudah terekam di kantor imigrasi ditempat.

Regulasi pengawasan orang asing ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak penginapan di Blitar. Mereka yang belumlah menempatkan pelaksanaan ini langsung lakukan register serta dipandu petugas imigrasi untuk pengoperasiannya.

Tidak dikit juga yang sudah mengaplikasikan skema laporan orang asing ini semenjak tahun kemarin. Seperti Hotel Puri Perdana di Jalan Anjasmoro Kota Blitar.

” Demikian disosialisasikan kami langsung aplikasikan. Karena jika teliti in di tempat ini, semua bukti diri pengunjung kami mesti pegang. Jika masyarakat lokal harus menyerahkan KTP, jika masyarakat asing harus tunjukkan paspornya. Jadi sekalipun mengerjakannya, ” papar General Manager Hotel Puri Perdana Nyono Jovani.