19 Kg Sabu yang Disita Hasil dari Pengungkapan 3 Kasus Narkoba

19 Kg Sabu yang Disita Hasil dari Pengungkapan 3 Kasus Narkoba – Polri mengambil 75 kilo-gram ganja, 53 kilo-gram sabu serta 12. 000 pil psikotropika dalam seminggu paling akhir. Banyaknya itu diterima dari pengungkapan 595 perkara narkoba yg dikerjakan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri serta deretan di semuanya Indonesia.

Dari banyaknya 53 kilo-gram sabu yg diambil, seberat 19 kilo-gram disumbang oleh Team Narcotics Investigation Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

” 19 kilo-gram itu dari tiga perkara. Pertama kami papar 28 Agustus 2018, kami tangkap dua terduga penduduk Malaysia bernama WC Hong serta WNI berinisial MR, ” kata Kepala Team Narcotics Investigation Center (NIC) Bareskrim Polri AKBP Gembong Yudha di Gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2018).

Dalam perkara itu, narasi Gembong, ditemui realita paket sabu dengan keseluruhan berat tiga kilo-gram diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia dengan paket bungkus teh. Paket sabu lantas disimpan dalam sesuatu kamar hotel di daerah Gunung Sahari.

” Paket sabu lantas disimpan di safety box di kamar hotel. Kamar hotel itu dipesan dengan cara online. Kamar dipesan namun tak ditinggali, cuma untuk tempat drop barang, ” jelas Gembong.

Perkara ke dua merupakan penangkapan seseorang pengedar sabu berinisial I di tempat tinggalnya, Cluster Faraday, Serpong, Tangerang, Banten pada Sabtu, 1 September 2018. Dari tangan I, polisi mengambil 4, 6 kilo-gram sabu.

” Perkara ke-tiga, penyidik mengambil 11, 4 kilo sabu dari tiga area tidak sama, Kendari (Sulawesi Tenggara), Makassar (Sulawesi Selatan) serta Batam (Kepulauan Riau) pada 28 hingga 30 Agustus, ” ujar Gembong.

” Paket sabu dari Malaysia dibawa ke Batam, senantiasa dipecah-pecah buat dibawa ke Jakarta, Kendari serta Makassar, ” tambah dia.

Di perkara ini, lima orang diputuskan jadi terduga ialah Hendri alias Apen, Cai Hok alias Ahong, Budhi Hariawan serta dua wanita ialah Enda serta Yessy Intan. Cai Hok meninggal dunia jatuh dari jendela sebab coba melarikan diri.

” Cai Hok itu jadi pengatur, eks tahanan Lapas Kelas II Tanjung Pinang. Yg terkait dikasih tembakan terarah sebab menantang kala kami pengin tangkap, ” tegas Gembong.